Learning By SMi

Perkembangan pendidikan musik di Indonesia cukup menggairahkan dengan ditandai lahirnya sekolah-sekolah musik baru baik yang bersifat akademis maupun pembelajaran di luar sekolah (ekstrakulikuler).

Akan tetapi, pertumbuhan kualitas pendidikan musik sendiri harus diakui tidak berkembang sebanding dengan pertumbuhan kuantitas dari sekolah musik itu sendiri. Outcomes yang tidak terdefinisi dengan baik, proses belajar mengajar yang sangat konservatif dan ketinggalan dari perkembangan jaman (baca: abad ke-21), sumber daya guru dan instruktur yang sangat kurang pembekalan dalam hal pengajaran (pedagogy), dan pembelajaran yang tidak menitikberatkan kepada murid, menjadi trigger, mengapa Sekolah Musik Indonesia sangat mendukung Research & Development (R&D) sebagai fungsi yang tidak bisa dipisahkan bahkan harus strategis dan didepan untuk membangun sebuah sekolah musik di abad ke-21. Dengan membangun dari fondasi yang kuat, bangunan Sekolah Musik Indonesia mampu berdiri setinggi mungkin.

Melalui musik SMI percaya “we can educate every child”. SMI mengakomodir kepentingan orang tua demi tumbuh kembang anak dan memfasilitasi anak untuk terus mengasah kreativitasnya guna menghadapi tantangan dunia terkini.

SMI adalah total solution. SMI menjadi partner yang tepat bagi para orang tua untuk mendidik dan mengembangkan anaknya. SMI yakin bahwa peran musik amat berpengaruh terhadap tumbuh kembang semua anak tetapi di sisi lain SMI menyadari bahwa tidak semua anak harus menjadi pemain musik dan memilih musik sebagai jalan hidupnya. Every child is different. Namun, semua anak punya hak untuk mendapat pendidikan musik. Karena SMI percaya bahwa pendidikan musik adalah ingredient utama untuk mengasah kreativitas anak. Untuk itu dapat dikatakan bahwa kini SMI menjadi pionir pengembangan pendidikan musik bagi anak. Bagi SMI yang paling penting adalah tumbuh kembang anak.

Kurikulum SMI

21st Century Learning Paradigm

21st Century learning paradigm Merupakan solusi yang tepat untuk pendidikan pengembangan anak. Dewasa ini kita hidup dalam masyarakat yang semakin beragam dan kompleks. Untuk itu kita dituntut untuk mempersiapkan siswa sebaik mungkin agar dapat eksis di dunia hari ini. Para siswa menghadapi masalah yang banyak bermunculan seperti pemanasan global, kelaparan, kemiskinan, kesehatan, ledakan populasi global, lingkungan dan isu sosial lainnya. Isu-isu tersebut mengarah pada perlunya bagi siswa untuk dapat berkomunikasi, berfungsi, dan menciptakan perubahan secara pribadi, sosial, ekonomi dan politik pada tingkat lokal, nasional dan global.

 

Music Technology Education

Perangkat teknologi digunakan SMI karena dinilai mempunyai “competitive advantage” yang mempunyai fungsi Triggering, Accelerating, dan Sharpening. Triggering karena penggunaan teknologi membuat lompatan masuk ke dunia musik dari titik manapun seseorang belajar. Accelerating, mempercepat pengembangan musikalitas murid. Dan sharpening karena mampu mempertajam pedagogi pendidikan musik konvensional sehingga lebih berorientasi dengan dunia nyata.

Modern Harmony

Kunci dari modern harmony adalah active making music theory. Saat ini SMI sedang melakukan serangkaian riset panjang untuk memunculkan teori pendidikan musik “gaya SMI”.

Methodologi SMi

Project Based Learning

Project Based Learning (PBL) adalah sebuah metode pembelajaran yang mengembangkan siswa melalui tugas yang menantang berdasarkan masalah yang melibatkan pemecahan masalah siswa, pengambilan keputusan, keterampilan investigasi, dan refleksi yang difasilitasi oleh guru secara tidak langsung. Melalui pengalaman ini para siswa dengan demikian akan menerapkan kemampuannya di dunia luar kelas. PBL menekankan pada kemampuan siswa untuk berpikir kreatif untuk menemukan bahwa ada banyak cara untuk memecahkan masalah.

PBL menggunakan sebuah project sebagai metode pembelajaran. Melalui project ini para siswa akan digiring untuk mengerjakannya secara nyata seakan-akan ia sedang berada dalam dunia sebenarnya.

3 in 1 Methodology

Untuk mengimplementasikan pembelajaran abad-21 SMI menggunakan jalan SMI 3-1 methodology yang mencakup Private Class, Multimedia Technology Laboratorium (MTL), dan Group Class. 3-1 methodology dipergunakan untuk mengembangkan secara simultan musical skill dan musical behaviour secara bersamaan. Sehingga baik Private, MTL, maupun Group masing-masing memiliki kepentingan tetapi secara integral merupakan “roh SMI”. Ketiganya dibungkus oleh project based learning methodology sebagai “tubuh SMI”. Dan 21st Century Learning sebagai “jiwa SMI”.